Saturday, May 28, 2011

Rektor Se-Jatim Desak P4 dan Upacara Kembali Digelar

Categories: , , ,


foto
Seniman, budayawan dan masyarakat Kota Malang mengikuti upacara bendera memperingati HUT Kemerdekaan RI ke 65 di Sungai Brantas, Jl Kahuripan Kota Malang, Selasa (17/8). Upacara di tengah sungai ini bertujuan mengajak masyarakat untuk mencintai lingkungan Sungai Brantas. TEMPO/Bibin Bintariadi
 
TEMPO Interaktif, Surabaya - Paguyuban Rektor Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur yang beranggota sembilan rektor sepakat memasukkan kembali Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dalam metode pengajaran di perguruan tinggi. Kepada Tempo, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof Nursyam, Senin, 23 Mei 2011, mengatakan kesepakatan ini diambil setelah Paguyuban Rektor melakukan pertemuan di Universitas Airlangga Surabaya, Jumat, 20 Mei 2011 lalu.
Pertemuan itu, tambah Nursyam, diikuti sembilan rektor dan pembantu rektor dari Universitas Airlangga Surabaya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Universitas Negeri Surabaya, IAIN Sunan Ampel Surabaya, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Malang (UM), Universitas Islam Negeri Malang, Universitas Jember, serta Universitas Trunojoyo Bangkalan.

"Dalam P4 itu ada empat pilar bangsa dan kami sepakat pilar-pilar itu sangat relevan diberikan di kampus," kata Nursyam. Keempat pilar yang dimaksud adalah Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI.

Meski akan memasukkan P4, metode yang akan diberikan bukan lagi dengan cara indoktrinasi seperti era Orde Baru. Ada dua cara yang diusulkan, yaitu menjadikan empat pilar sebagai mata kuliah khusus. Selain itu juga bisa dilakukan dengan cara memasukkan dasar-dasar empat pilar itu ke dalam mata kuliah yang telah ada, misalnya mata kuliah agama, sosiologi, atau psikologi.

Lebih jauh Nursyam menjelaskan, Paguyuban Rektor menilai dasar-dasar yang ada dalam P4 selama ini ternyata masih sangat relevan dijadikan filosofi dasar bagi para mahasiswa. "Kita sudah minta ini digodok di Lapasila (Laboratorium Pancasila) yang kita miliki di Universitas Negeri Malang," kata Nursyam.

Lapasila yang akan mencarikan konsep, metode, konten, serta kurikulum yang cocok guna dijadikan dasar bagi seluruh perguruan tinggi dalam memberikan materi tentang P4.

Wakil Rektor Bidang Kurikulum Universitas Airlangga Surabaya, Prof Achmad Syahrani, mengatakan setelah digodok di Lapasila, Paguyuban Rektor akan mengusulkan masalah ini ke Majelis Rektor PTN se-Indonesia. "Harapan kita segera juga diusulkan ke Ditjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan," kata Syahrani.

Syahrani menambahkan, tak cukup dengan kurikulum, Paguyuban Rektor juga mengusulkan diadakannya kembali upacara bendera setiap hari Senin.

Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur rutin menggelar pertemuan dua bulanan. Pertemuan ini biasanya dilakukan secara bergiliran di sembilan kampus.

FATKHURROHMAN TAUFIQ

Spread The Love, Share Our Article

Related Posts

No Response to "Rektor Se-Jatim Desak P4 dan Upacara Kembali Digelar"

Post a Comment