Malang - Program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif atau Laku Pandai yang diluncurkan Otoritas Jasa Keuangan wilayah Malang, Jawa Timur, menyasar masyarakat perdesaan agar mengenal dunia perbankan.
"Selama ini masyarakat perdesaan dan daerah terpencil masih buta akan dunia perbankan. Jangankan untuk menabung atau meminjam uang dari perbankan, bank itu apa dan bagaimana, mereka masih belum tahu," kata Kepala Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, Indra Krisna di Malang, Sabtu (6/6).
Selain mengenal dunia perbankan, katanya, dengan adanya Laku Pandai ini, diharapkan masyarakat juga terbebas dari jerat "lintah darat" atau rentenir yang selama ini menyulitkan mereka. Mereka membutuhkan modal untuk pengembangan usaha mikro atau kebutuhan lainnya.
Untuk saat ini, lanjutnya, target Laku Pandai masih terfokus pada pengenalan layanan perbankan bagi masyarakat perdesaan, selanjutnya baru mengajak masyarakat untuk mengelola keuangannya dengan mudah dan aman melalui perbankan yang berkomitmen membuka layanan Laku Pandai.
Saat ini, katanya, baru ada enam perbankan yang mulai membuka layanan dan akses Laku Pandai bagi masyarakat di perdesaan, yakni BNI, BRI, Bank Mandiri, BTPN, BTN, serta BCA. "Layanan Laku Pandai ini, selain mempermudah perbankan membuka aksesnya di perdesaan juga menghemat biaya operasional karena tidak harus membuka kantor cabang," ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, perbankan yang membuka akses layanan Laku Pandai ini juga cukup hanya dengan memiliki agen yang dipercaya di wilayah layanan masing-masing. Hanya saja, sebelum menjadi agen perbankan yang membuka layanan Laku Pandai itu, petugas diberikan pelatihan dan sertifikat terlebih dahulu.
Indra menjelaskan basis layanan Laku Pandai adalah electronic data capture (EDC) dan telepon seluler guna memudahkan agen dalam bertransaksi dengan masyarakat atau nasabah, sebab nasabah maupun agen tidak perlu datang ke kantor bank bersangkutan.
"Kalau masyarakat perdesaan, terutama yang ada di daerah terpencil harus datang ke kantor bank, bisa-bisa ongkos kendaraannya jauh lebih besar ketimbang transaksinya. Oleh karena itu, Laku Pandai ini akan sangat membantu masyarakat dalam bertransaksi dengan perbankan," katanya.
Laku Pandai di wilayah kerja OJK Malang diluncurkan secara resmi di Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Kamis (4/6) dan didukung enam bank, yakni BNI, BRI, BCA, BTPN, BTN, dan Bank Mandiri.
/FIR
Antara
No Response to "Layanan Keuangan Tanpa Kantor Sasar Warga di Perdesaan"
Post a Comment